Wednesday, October 17, 2012

Program Pendampingan di Desa Kadahang

Setelah menyelesaikan  pelatihan guru dan kurikulum di Desa Kawangu (lihat tulisan sebelum ini), maka Yayasan Bina Mandiri Indonesia mengadakan pendampingan di 3 desa yaitu desa Kadahang, Kawangu dan Kombapari.  

Di desa Kadahang terdapat sekolah TK yang diprakarsai oleh ibu Ance, istri dari seorang tokoh masyarakat di sana yaitu bapak Andrias. Sekolah ini dimulai pada tahun 2008, sebagai wujud dari keprihatinan pasangan suami istri ini terhadap rendahnya mutu pendidikan anak - anak di desa mereka. 


Murid TK sedang belajar di salah satu TK (tampak dalam) 
Salah satu TK - tampak luar
TK lain yang dikelola oleh ibu An

suasana belajar dalam TK 


Praktek mengajar di luar kelas
Proses pendampingan dilakukan kepada 6 guru. Proses pendampingan dimulai dengan fasilitator memberikan contoh mengajar lebih dahulu yang disaksikan oleh para guru.

Setelah itu, setiap guru mendapat kesempatan mempraktekkan apa yang dipelajari. Fasilitator lalu memberikan umpan balik kepada setiap guru. 
praktek mengajar dalam kelas

Selesai mengajar, para guru melanjutkan kegiatan dengan  membuat Rencana Kegiatan Harian yaitu rencana  yang akan mereka ajarkan esok hari. Terkadang diskusi berlanjut sampai malam hari. Hal ini dimungkinkan karena Fasilitator dan para guru selama proses pendampingan tinggal menginap di rumah bu An. 
Fasilitator Yayasan Bina Mandiri
Melalui proses pendampingan yang intens ini, maka kualitas guru menjadi meningkat. 

Selamat mengajar para guru! 

Friday, September 28, 2012

Mencerahkan para sahabat di Sumba Timur

Setelah menyelenggarakan pelatihan bagi para mitra di Jakarta, Yayasan Bina Mandiri Indonesia mendapat kesempatan untuk berbagi kepada para sahabat di Sumba Timur melalui pelatihan Guru dan pelatihan Kurikulum di desa Kawangu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur antara tanggal 27/8  - 5/9 2012. 


Suasana pelatihan yang meriah 
 Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Bina Mandiri Indonesia  dengan World Vision Indonesia di Sumba Timur, yang dipimpin oleh Bpk. Amsal Ginting. 


Pelatihan diikuti oleh 28 peserta dari beberapa TK dari desa yang berlainan seperti desa Kadahang,  Kombapari,  Ripu dsb. Sebagian besar peserta adalah guru yang sudah mengajar, namun belum pernah mendapat pelatihan.  
Beberapa peserta adalah orang pribadi yang  berkomitmen membuka PAUD/ TK, karena melihat kebutuhan yang besar sekali di desa masing-masing. 
Praktek mengajar - menenangkan "murid"

Praktek mengajar - mengendalikan "murid yang nakal"
Pelatihan ini berisi teori dan praktek. Peserta harus mempraktekkan apa yang sudah dipelajari dalam simulasi kelas. 
Salah satu sesi pelatihan adalah  bagaimana membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari bahan - bahan yang ada di sekitar lingkungan dan mudah ditemukan.
Memperagakan APE yang sudah dibuat
Setelah berjerih lelah selama 8 hari memeras tenaga dan pikiran mengikuti pelatihan - tibalah hari terakhir pelatihan. Kepada tiap peserta dibagikan sertifikat. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Bp. Amsal Ginting dan ibu Mesida - fasilitator Yayasan Bina Mandiri. 
Penyerahan sertifikat oleh Bp. Amsal Ginting 
Bangga memperlihatkan hasil jerih lelah
selama 8 hari pelatihan
Selamat kepada setiap peserta yang sudah mengikuti pelatihan dengan antusiasme yang tinggi, ketetapan hati untuk tetap bertahan walaupun lelah dan mengantuk serta keingintahuan yang tinggi untuk belajar. Selamat mengajar dengan lebih baik bagi anak didik di Sumba Timur!
Wajah - wajah ceria dan  penuh tekad untuk memberikan yang terbaik
bagi anak didik di Sumba Timur